Skip to main content

Posts

Featured

Unhistoried dan sebuah cerita nglantur di 1990an

Keluarga saya boleh dibilang sebagai keluarga yang hanya sedikit memiliki arsip, termasuk arsip foto. Sejak saya lahir, saya belum pernah--atau pernah, namun lupa--melihat foto kakek dari ayah dan ibu serta nenek dari ayah yang wafat sebelum saya lahir. Bahkan ketika rumah dan tangga orang tua saya mulai menetap di Kota Malang, arsip foto minim  bisa saya nikmati. 
Pun ketika orang tua saya berziarah ke tanah suci, salah satu kenangan yang teringat adalah satu rol film yang hangus akibat tustel pinjaman yang dibawa ke tanah suci terbuka dengan tak sengaja. Tak berapa lama kemudian, beberapa simpanan klise/negatif foto keluarga yang menyimpan rekaman cikal bakal keluarga bapak dan ibu saya yang saya kumpulkan akhirnya raib, mungkin akibat pindah rumah atau memang dianggap sebagai tumpukan kecil dokumen tak bersejarah. Untungnya, kami masih memiliki beberapa album serta satu cetakan foto pernikahan bapak dan ibu yang terpajang di dapur (meskipun dalam foto ini sebenarnya yang tampak ad…

Latest Posts

Ruang Antara: (Ke)manusia(an) dan Sang Liyan dalam ENCOUNTERS

Remang

Air Untuk Indonesiaku

Kelas Inspirasi

under the trees.

PASSING by Edy Purnomo

LUCKY 100 in Tengger

welcoming changes.

Sinau Bareng

Tradisi yang Patah!